356476

Pengantar

Kakao merupakan salah satu komoditas utama dan memiliki peran ekonomi yang cukup penting bagi Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini (PNG). Pengusahaan kakao di Indonesia didominasi oleh perkebunan rakyat (94,51%), dan melibatkan petani secara langsung sebanyak 1.563.669 KK. Pelatihan bagi Fasilitator Utama (FPU) atau Training of Master Facilitator (TOMF) disusun atas kerjasama antara Commonwealth Agricultural  Bureau International (CABI), International Cocoa Organization (ICCO), Standard and Trade Development Facility (STDF) dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Penyelenggaraan pelatihan  FPU tidak hanya dilakukan di Indonesia tetapi juga dilaksanakan di Malaysia. Oleh karena itu sasaran utama proyek STDF adalah terciptanya keamanan pangan kakao secara global. Isu keamanan pangan telah menjadi perhatian dunia untuk mengurangi risiko konsumen terhadap konsumsi bahan-bahan pangan yang mengandung bahan berbahaya, seperti logam berat dan residu pestisida. Keamanan pangan kakao menjadi suatu komitmen bagi para pelaku industri kakao guna menciptakan produk-produk cokelat yang sehat bagi konsumen. Pelatihan Fasilitator Utama berisi materi tentang bagaimana proses budidaya dan pasca panen dapat dijalankan sesuai standard keamanan kakao sehingga proses budidaya kakao akan menghasilkan produk biji yang aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Para pemangku kepentingan yang menjadi sasaran dari kegiatan ini antara lain petani, pedagang pestisida, pengolah dan eksportir serta pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam penelitian kakao. Kegiatan yang dilakukan adalah meningkatkan kemampuan para pemangku kepentingan kakao di Indonesia dan Malaysia untuk meningkatkan kualitas dan keamanan pangan kakao yang terdiri dari delapan kegiatan dan tiga diantaranya berkaitan dengan penguatan sumber daya manusia bagi petugas penyuluh lapang, petani dan pedagang pestisida.